bundabeka07
Mendampingi untuk saling berbagi…

Des
29

.

Posted by bundabeka07 ⋅ Desember 16, 2011 ⋅ Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam memahami dan menghayati arti pentingnya pergaulan, maka haruslah kita bisa memilih bagaimana cara bergaul secara positip, baik, dan menyenangkan. Sudah banyak contoh bagaimana seseorang dalam bergaul, mereka tidak bisa memilih atau terhanyut dalam pergaulan yang negatip, yang terlihat menyenangkan, akan tetapi hanya akan menjerumuskan diri kedalam keterpurukan dan kegagalan.

Bagaimanakah cara kita agar dalam bergaul tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatip, kita haruslah mempersiapkan mental, yang dilandasi oleh Iman yang kuat, yang akan menjadikan moral yang baik, dengan melalui pemahaman tata krama  dalam pergaulan, dan berkomunikasi.

.  1  Pergaulan bisa membawa kesuksesan.

Pergaulan adalah interaksi antara individu dengan orang lain, yang bisa bersifat luas dengan banyak orang. Pergaulan sering di identikan dengan dunia remaja, dalam pergaulan di kalangan remaja ada istilah ” kuper” atau kurang pergaulan, ini disebut untuk seseorang anak remaja, karena remaja tersebut kurang atau bahkan tidak pernah bergaul dengan teman sebayanya di sekolah atau di luar sekolah, sehingga jika teman-temannya menceritakan sesuatu hal yang sedang hangat, dia tidak bisa mengikuti. Hal ini sering untuk bahan tertawaan teman-temannya.

Pergaulan dapat  kita lihat sejak kanak-kanak  hingga dewasa, ketika masih kanak-kanak dalam berkenalan dengan seseorang sangatlah sederhana. Dalam hal ini akan terlihat dimana seorang anak yang pemberani, akan mengenalkan dirinya dengan cara mencolek temannya, dan yang di colek mungkin akan menangis. Disini akan terlihat bagaimana ketrampilan berkenalan mulai tampak, bahwa dirinya paling menonjol diantara teman sebayanya, tentu hal ini adalah awal dari terbentuknya rasa Percaya Diri dengan dunia pergaulan dilingkungannya. Sampai saatnya seseorang memasuki dunia remaja dan dewasa, untuk belajar bergaul sesuai dengan usianya, karena dengan pergaulan yang positip akan membawa kesuksesan di masa yang akan datang.

     2.  Pergaulan sehari hari remaja

Masa remaja merupakan masa kritis, masa untuk berjuang melepaskan ketergantungan pada orang tua dan berusaha mencapai kemandirian, sehingga dapat di terima dan diakui sebagai orang dewasa. keberhasilan remaja melalui masa transisi ini dipengaruhi oleh faktor biologis,kognitif, psikologis, maupun faktor lingkungan. Dalam kesehariannya, remaja tidak terlepas dari pergaluan dengan remaja lain. Remaja di tuntut memiliki ketrampilan sosial ( sosial skill ) agar dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut, meliputi kemampuan berkomunikasi, menjalin hibungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain. memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Apabila ketrampilan-ketrampilan sosial itu dapat dikuasai remaja, maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. hal ini berarti pula bahwa remaja mampu mengembangkan aspek psikologisoialnya dengan maksimal, sehingga timbulah Percaya Diri pada kehidupannya.

  1. 3.  Prinsip Dasar Pergaulan Yang Positip dan Sehat 

Ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan agar pergaulan, khususnya antara remaja laki-laki dan perempuan dapat berjalan seperti apa yang diharapkan, maka semestinya pergaulan lebih ditekankan kepada hal-hal positip, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta menambah wawasan yang bermanfaat. Prinsip-prinsip dasar tersebut antara lain adalah :

  • a).  Menyadari adanya perkembangan diri bertumbuh, sehingga    melahirkan kebutuhan untuk berelasi dengan teman sejenis, maupun dengan teman lawan jenis.
  • b)   Relasi yang dibangun,hendaknya memberi nilai positip pada kedua belah pihak, sehingga sama-sama menyenangkan, menciptakan rasa aman mengatasi masalah yang mungkin muncul, memberi makna bagi pergaulan namun tetap dalam tingkatan wajar.
  • c) .  Mau belajar untuk mengerti, menghargai,serta bersikap dengan tepat terhadap sahabat, khususnya lawan jenis. Misalnya, seorang remaja laki-laki hendaknya belajar mengenal kepekaan perasaan perempuan, dan sebaliknya, seorang remaja perempuan belajar mengenal cara berpikir praktis seorang laki-laki.
  • d).  Tidak berprasangka bahwa bersahabat dengan lawan jenis pasti akan memunculkan masalah “perasaan suka” . Persahabatan antara laki-laki dan prempuan tidak harus menjadikan mereka ” saling suka “  Mereka tetap dapat berteman dengan baik dan wajar.
  • e).  Apabila dalam persahabatan antara laki-laki dan perempuan  muncul ” peresaan suka ” hal tersebut wajar saja, tetapi tidak seharusnya mengurangi arti persahabatan. Bila proses tersebut sampai berlanjut pada proses berpacaran, maka haruslah ada komitmen untuk saling menghormati kelebihan dan kekurangan dari masing- masing. Proses ini hendaknya dijalani dengan menghormati norma-norma yang ada di masyarakat, dan memegang teguh larangan- larangan dari agama, sehingga tidak berbuat dosa.

 

Des
29

 

Sebagai makhluk sosial, individu di tuntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Begitu juga dengan pergaulan pada remaja, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhinya antara lain :

1.      Kondisi fisik

Penampilan fisik merupakan aspek penting bagi remaja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mereka biasanya mempunyai standar-standar tertentu tentang sosok fisik ideal yang mereka dambakan. Misalnya, standar cantik adalah postur tinggi, tubuh langsing dan berkulit putih. Namun tentu saja tidak semua remaja memiliki kondisi fisik se ideal itu. Karenanya, remaja harus bisa belajar menerima dan memanfaatkan bagaimanapun kondisi fisik seefektif mungkin. Remaja harus menanamkan keyakinan bahwa keindahan lahiriah bukannya makna kecantikan yang sesungguhnya. Kecantikan sejati justru bersumber dari hati nurani, akhlak, serta kepribadian yang baik.

2.      Kebebasan Emosional

Pada umumnya, remaja ingin memperoleh kebebasan emosional. Mereka ingin bebas melakukan apa saja yang mereka suakai. Dalam masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, seorang remaja senantiasa berusaha agar pendapat atau pikiran-pikirannya, diakui dan disejajarkan dengan orang dewasa. Dengan demikian, jika terjadi perbedaan pendapat anatara anak dan orang tua, maka pendekatan yang bersifat demokratis dan terbuka akan terasa lebih bijaksana. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun rasa saling pengertian dimana masing-masing pihak berusaha memahami sudut pandang pihak lain. Saling pengertian juga dapat dibangkitkan dengan bertukar pengalaman atau dengan melakukan beberapa aktivitas tertentu bersama-sama dimana orang tua dapat menempatkan diri pada situasi remaja dan sebaliknya. Inti dari metode pemecahan konflik yang aman antara orang tua dan anak adalah menjadi pendengar yang aktif.

3.      Interaksi sosial.

Kemampuan untuk melakukan interaksi sosial juga sangat penting dalam membentuk konsep diri yang positip, sehingga seseorang mampu melihat dirinya sebagai orang yang kompeten dan disenangi oleh lingkungan. Dia memiliki gambaran yang wajar tentang dirinya sesuai dengan kenyataan yang ada ( tidak di kurangi atau dilebih-lebihkan).

4.      Pengetahuan terhadap kemampuan diri

Setiap kelebihan atau potensi yang ada dalam diri manusia sesungguhnya bersifat laten. Artinya harus terus digali dan dan terus dirangsang agar keluar secara optimal. Kita melihat sejauh mana potensi itu ada dan dijalur mana potensi itu terkonsentrasi untuk selanjutnya diperdalam, hingga dapat melahirkan karya yang berarti. Dengan menerima kemampuan diri secara positip, seorang remaja diharapkan lebih mampu menentukan keputusan yang tepat terhadap apa yang akan ia jalani, seperti memilih sekolah atau jenis kegiatan yang diikuti

5.      Penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral dan agama

William James, seorang psikolog yang mendalami psikologi agama, mengatakan bahwa orang yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai agama cenderung mempunyai jiwa yang lebih sehat. Kondisi tersebut ditampilkan dengan sikap positip, optimis, spontan, bahagia, serta penuh gairah dan vitalitas. Sebaliknya, orang yang memandang agama sebagai suatu kebiasaan yang membosankan atau perjuangan yang berat dan penuh beban akan memiliki jiwa yang sakit. Dia akan dihinggapi oleh penyesalan diri, rasa bersalah, murung, serta tertekan.

 

 

 

 

Des
11

Dalam hubungannya dengan tujuan pendidikan, bahwa Bimbingan dan Konseling adalah termasuk usaha integral dari sistim pendidikan. Sehingga Bimbingan dan Konseling mempunyai tujuan yang sama dengan tujuan pendidikan nasional. Bimbingan dan Konseling mempunyai tugas pokok dalam perkembangan manusia, agar menjadi matang, aktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Dalam hal ini tidak terlepas juga termasuk pembinaan remaja sebagai  pelajar di sekolah, untuk bekal menjadi manusia seperti yang diharapkan oleh bangsa dan negara. 

Tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah, yaitu antara lain untuk memberikan perkembangan seluruh kepribadian dan kemampuan siswa. Agar mempunyai kecakapan secara maksimal, untuk berani menghadapi problema hidup, dan kehidupan dengan wajar, tanpa merasa tertekan. Kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi. Kecakapan hidup (life skill ), merupakan kemampuan untuk bisa bertahan hidup, dengan menggunakan kemampuan potensial dengan proses pendidikan dan pembelajaran.

Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah,dapat di bagi dalam 3 sub pembelajaran yaitu :

  • 1. ORIENTASI DAN EKSPLORASI DIRI :

Topik ini antara lain membahas, mengenai : mengenal sekolah kita, Pemahaman diri, Potensi diri, Konsep diri, Evaluasi diri setiap saat, Nilai-nilai kehidupan,Psikologi remaja,Motivasi berprestasi, Peranan IQ, EQ, AQ dan SQ.

  • 2. PENGEMBANGAN DIRI :

Topik ini antara lain membahas mengenai : Komunikasi, Memasuki dunia pergaulan, Etika/Budi pekerti, EQ dan Pengendalian diri, cara belajar efektif, kepercayaan diri, Kerja sama, kreativitas, berfikir positip, dan ketrampilan dalam “problem Solving” ( pemecahan masalah )

  • 3. PENGAMBILAN KEPUTUSAN :    

Topik ini antara lain membahas mengenai : Orientasi dan aspirasi jabatan, Karier, Kemampuan Umum, kemampuan Khusus (bakat), Minat, Kepribadian, Kemampuan akademik, dan Merencanakan masa depan.

Dalam hal ini, seorang guru Pembimbing, diharapkan, pada waktu  menyajikan pengalaman belajar, dapat lebih leluasa, mengekspresikan diri,dan kreativitasnya, serta berperan sebagai fasilitator. Dan melayani peserta didik, secara profesional.

Guru Pembimbing juga diharapkan, secara ter integrasi, dapat menciptakan suasana belajar, yang menyenangkan. Mendorong berfikir positip, demokratis, proaktip, dinamis, kreatip, dan berjiwa besar.

Des
09

Dalam kehidupan sehari hari manusia tidak terlepas dari berbagai masalah. Satu masalah terpecahkan, masalah yang lain timbul, demikian seterusnya. Ada masalah yang sedehana, namun , sebaliknya ada juga masalah yang kompleks . Sebenarnya masalah sederhana ataupun kompleks,tergantung pada yang mengalaminya. Pada dasarnya manusia itu menghendaki terlepas dari masalah. Maka jika seorang menghadapi suatu masalah, ia akan berusaha sekuatnya untuk menyelesaikan. Setiap manusia,akan berbeda kemampuannya,dalam menghadapi masalah yang menimpa dirinya. Ada yang dapat mengatasi,tetapi banyak pula yang tidak bisa mengatasinya. Bagi mereka yang dapat mengatasi tidaklah jadi persoalan, tetapi bagi mereka yang tidak dapat mengatasi,maka dibutuhkan bantuan orang lain untuk dapat melihat masalahnya,serta mendapatkan solusi dan pemecahannya.Mereka memerlukan bantuan atau bimbingan dan konseling dari pihak lain. Orang yang mempunyai masalah, tidak tergantung pada umur,golongan,maupun status sosialnya. tidak terkecuali juga remaja.

Des
09

Hallo Ananda semua…!! Selamat bertemu di ruang Bunda..yaaa…!! Bunda saat ini merasa bahagia, karena bisa ketemu dengan nanda semua,baik Kelas X, XI, dan XII. Walaupun pada kenyataannya, Bunda tidak bisa bertatap muka secara fisik di dalam kelas.Tapi melalui Blog  Bunda ini, kita bisa saling menyapa, dan saling berbagi. Di sini nantinya banyak yang akan Bunda sampaikan pada nanda semua, tentang berbagai hal mengenai Bimbingan dan Konseling. Semoga apa yang akan Bunda sampaikan dapat bermanfaat untuk langkah nanda semua dalam meraih cita-cita. Allah selalu bersama kita…!!